KHOTBAH JUM’AH Pada Tanggal 18 Oktober 2013 di Mesjid BAITUSSIRRI
Oleh: Ust. Danil Luthfi az-Zulmi S.sos.I
Alhamdulillahilladzi hadzaana lihaadza wamaa kunna linahtadiyaa laulaa an hadaanalloh
Ashaduallaa ilaaha illallohu wahdahu laa syariikalah wa ashaduanna Muhammadan abduhuu warosuuluh
Allohumma solli wasallim alaa sayyidinaa Muhammadiwwa’alaa aalihi waashaabihi waman tabi’a hudah, amma ba’du.
Fayaa ayyuhal haadiruun ittaqulloha haqqotu qootihi walaa tamuutunna illa waantum muslimuun
Koolallohu ta’aala fii kitabihil kariim a’uudzubillahiminassyaitoonirrojiim bismillahirrohmaanirrohiim
Wamaa kholaqtul jinna wal ingsya illa liya’buduun. Al-Ayah, sodaqollohul’adziim.
Hadirin sidang Jum’ah rohimakumulloh marilah bersama-sama kita meningkatkan ketaqwaan kita kepada Alloh swt. Dengan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya.
Puji dan syukur ke hadirat Alloh SWT yang pada hari ini kita ditakdirkan oleh Alloh SWT dapat melaksanakan ibadah solat jum’ah bersama hadrotu Syekh yang berada di tengah-tengah kita, kita yakini siapa yang berjamaah solat di belakang seorang lelaki yang waro, yang soleh, maka solatnya diterima oleh Alloh swt.
Solawat dan salam semoga senantiasa tercurah limpah kepada junjunan alam Habiibana wanabiyyana Muhammad Sollallohu ‘alaihi wasallam, kepada para keluarganya, para sohabatnya, para tabiit taabiin, termasuk kita sekalian.
Hadirin sidang Jum’ah yang berbahagia, Al-Qur’an surah Adz-Zariyat ayat 56 yang di awal muqoddimah Khotib bacakan dicatat oleh Pangersa Abah di dalam kitab Miftahus Shudur;
A’uudzubillahiminassyaitoonirroziim bismillahirrohmanirrohim wamaa kholaqtul jinna walingsya illa liya’ buduun. Artinya, “dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. Pangersa Abah menafsirkan “liya’buduun ae liya’rifuni”, yang dimaksud untuk menyembah-Ku itu kata Pangersa Abah “ae liya’rifuni” yaitu sifat-sifat mengenal hadrot Alloh SWT.
Sidang Jum’ah yang berbahagia, selaku pengamal Thoriqoh dan di dalam kitab Miftahus Shudur pangersa Abah menjelaskan bahwa kita tidak akan mampu melihat Alloh, kita tidak akan sampai kepada
Alloh tanpa kita mengetahui jalan menuju Alloh dan pintu untuk masuk kepada Alloh.
Sabda Pangersa Abah Anom di dalam kitab Miftahusshudur juz pertama pasal ke 4, beliau menyatakan:
“jalan menuju hadrot Alloh, pintu untuk masuk kepada Alloh tiada lain adalah Syekh Mursyid”.
Fal masyaayikhu humutthoriiqoh ilalloohi ta’aalaa wal adilla u ‘alaihi walbaabulladzii yadhulu minhu ilaihi “para guru-guru Syekh, para guru-guru silsilah, para guru-guru thoriqoh, para guru-guru sufi, humutthoriqoh beliau semua adalah jalan menuju hadrot Alloh SWT, wal adilla u dan beliau tempat penunjuk jalan untuk sampai para murid ke hadrot Alloh SWT, wal baabulladzii yadhulu minhu ilaihi dan setiap guru Mursyid ini merupakan pintu untuk masuk para murid ke hadirat Alloh SWT”.
Di dalam kitab Miftahus shudur pangersa Abah menjelaskan fungsi sillsilah yang harus berlanjut bagi setiap murid yang belajar thoriqoh yaitu:
Yang pertama, fungsi silsilah atau Syekh Mursyid adalah manaafidu himamil masyaayikhirrobbaaniyyah artinya para guru sufi ini merupakan jendela keinginan yang luhur untuk tembus ke hadrot Alloh.
Para hadirin sidang Jum’ah rohimakumulloh, Syekh Murysid ini merupakan peng “ACC” setiap hajat.
Di dalam Manqobah Syekh Abdul Qodir yang ke 39, kita sering mendengar seluruh orang-orang yang suka dan duka, yang selamat dan celaka, semua diserahkan kepadanya. Ini merupakan bukti nyata bahwa Syekh Mursyid merupakan penentu dikabulnya do’a, diterimanya hajat seluruh manusia yang berada di dunia ini, wabil khusus kita selaku ikhwan TQN PP Suryalaya. Harus meyakini apa yang dijelaskan oleh pangersa Abah di dalam kitab Miftahus Shudur. Jadi, guru yang berada di hadapan kita merupakan kunci dibuka dan ditutupnya hajat kita kepada Alloh SWT.
Yang ke dua, fungsi silsilah yang terus sambung menyambung sampai kepada Nabi Muhammad SAW sampai kepada Jibril sampai ke hadirat Alloh SWT adalah wamiijaanul fuyuud artinya tempat limpahan mengalir barokah dan karomah dari Alloh SWT melalui beliau-beliau ini. Syekh Mursyid yang berada dihadapan kita merupakan sumber barokah, sumber karomah. Maka siapa muridnya yang ingin mendapatkan limpahan barokah dan karomah rajinlah sohbah, rajinlah duduk duduk dengan beliau, rajinlah bergabung bersama beliau, sebab tatapan seorang Mursyid merupakan do’a bagi setiap murid.
Ke tiga, fungsi silsilah bagi setiap murid adalah wamajrol hikmati minal abhuril muhammadiyyah (tempat mengalir hikmah dari lautan Muhammadiyyah).
Yang ke empat, fungsi silsilah adalah wamandoro asrooril malaaikatil qudsiyyah, artinya: “tempat melihat berbagai rahasia suci kemalaikatan” , beliau tau bahwa beliau diikuti bahkan beliau menjadi komandan bagi seluruh malaikat Alloh. Kita sering mendengar beliau telah diberikan khodam 1000 malaikat oleh Pangersa Abah Anom.
Dulu kita pernah mendengar ketika pangersa Abah Gaos menyampaikan hidmat ilmiyah di panggung PP Suryalaya: “kelihatannya saya ke sana kemari berdua saja dengan si Somad (sopir), padahal kalau terlihat jangankan di belakang, dalam kantong saku saya saja paling sedikit 1000 malaikat dibawa”. Ini harus kita yakini hadirin. Khotib prnah mendengar manqobah pangersa Abah Gaos dari salah seorang putra beliau yaitu pangersa AA Rizal, ketika AA Rizal mengadakan PUSDIKLATSAR calon PASKIBRA di Ciamis, kurang lebih 100 calon PASKIBRA diadakan malam pembinaan yang diakhiri dengan talqin dzikir. Dari sekian calon anak PASKIBRA ini, ada seorang peserta calon PASKIBRA yang mata batinnya sudah terbuka, ketika pangersa Syekh datang kemudian mentalqin, anak ini gemetar, anak ini seperti ketakutan. Setelah talqin berlalu/selesai dan Hadrotu Syekh pulang, maka seorang anak ini bertanya kepada AA Rizal; “A, itu siapa?”, kata A Rizal; “itu bapak saya”, maka menurut anak itu yang beliau lihat mungkin yang lain tidak melihat, tetapi saya melihat ketika beliau datang, ketika beliau hadir, dibelakang beliau berdiri ribuan pasukan orang-orang berbaju putih, berjubah putih, dan beliau berada di depannya sebagai Komandan.
Hadirin rohimakumulloh, harus kita yakini hal ini, yakin beliau adalah pimpinan manusia, jin dan malaikat.
Ke lima, fungsi silsilah adalah wamadharottajalliyaatil ilahiyyah, artinya silsilah ini, guru Mursyid ini tempat penampakan kekuasaan Alloh SWT. Alloh maha dzohir, Alloh maha bathin. Wadzohiru walbathin, Alloh itu yang dzohir, Alloh itu yang bathin.
Sidang Jum’ah yang berbahagia, Mursyid itu adalah dzohirnya Alloh. Bersihkan hati kita, bersihkan rasa kita, maka kita akan lebih jelas dibukakan penampakan-penampakan rahasia ini melalui guru Mursyid.
Ke enam, fungsi silsilah: Wama’aarijassalikiin ilal a’awaalimil malakutiyyah waljabaruutiyyah wallaahuutiyyah, tangga untuk menaikan para murid ke jenjang derajat keimanan keyakinan menuju alam Malakut, alam Jabarut dan alam Lahut. Kalau kita sederhanakan, sebelum kita bertemu dengan guru Mursyid kita merasa so paling pintar, kita merasa so paling soleh, kita merasa tidak punya salah, tetapi ketika kita berhadapan dengan Syekh Mursyid ,tunduk, terdiam seribu kata dan bahkan bercucuran air mata. Disinilah hadirin, membukakan pintu hati membukakan rasa sehingga kita naik dari merasa tau jadi tau merasa.
Hadirin rohimakimulloh, keenam fungsi silsilah ini akan kita raih sebagai murid dengan menghambakan diri kepada beliau dan sering Sohbah (duduk-duduk bersama beliau). Khotib mengajak kepada diri pribadi dan kepada seluruh jamaah yang hadir, mari semaksimal mungkin kita meningkatkan kualitas khidmat kita, layanilah beliau bimalihi, dengan hartanya yang punya harta, bil ilmihi dengan ilmunya yang punya ilmu, bi kuwwatihi dengan kekuatannya, semua kita tujukan untuk hidmat, menghambakan diri kepada beliau, supaya kita terbawa dan terberkahi oleh beliau, semoga kita dijadikan murid yang istikomah yang setia fiddunnya wal akhiroh bersama beliau. Barokallohulii walakum.
0 Komentar